Islam mampu merubah Kufur jadi Syukur, merubah Riya jadi Ridho, merubah Kalah jadi Kaffah dan mampu merubah Zhalim menjadi Alim. Semua berkat Allah Sang Maha Ghofur sehingga manusia mampu untuk Bersyukur dengan selalu bertafakkur. Yaa Nabi Salam 'alaika ... Yaa Rasul Salam' alaika Yaa Habiab Salam 'alaika, Sholawatullah' alaika ..

Profil Makkah

Indonesia
Islam mampu merubah Kufur jadi Syukur, merubah Riya jadi Ridho, merubah Kalah jadi Kaffah dan mampu merubah Zhalim menjadi Alim. Semua berkat Allah Sang Maha Ghofur sehingga manusia mampu untuk Bersyukur dengan selalu bertafakkur. Yaa Nabi Salam 'alaika ... Yaa Rasul Salam' alaika Yaa Habiab Salam 'alaika, Sholawatullah' alaika ..
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 September 2012

Gunung Menangis


Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad S.A.W.
Pada waktu itu Uqa'il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahawa Rasulullah S.A.W. akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon.

Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar."

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon suda tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda S.A.W selesai dari hajatnya. Maka Uqa'il kembali ke tempat pohon-pohon itu.

Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"

Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya,
"Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud :
("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu)."

"Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."

Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu lalu berkata,

"Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.

Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.
Melihat orang Arab kampung itu, Nabi Muhammad S.A.W berkata, "Hendakl mengapakah kamu terhadap unta itu ?"

Jawab orang kampungan itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Rasulullah S.A.W bertanya,
"Mengapa engkau menderhakai dia ?"

Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk.. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan solat Isya'.

Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isay' itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad S.A.W mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya'. Dan baginda Nabi Muhammad S.A.W menyerahan unta itu kepadanya.
Dan dia pun kembali kepada keluarganya.


Ardiyansyah KPI/1, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 

Minggu, 22 Juli 2012

Bersodaqoh & Berakhlak Mulia 'ala Rasul


Hadhrat Rasulullah saw. adalah pribadi yang dermawan apalagi pada saat bulan Ramadhan kemurahan tangannya bagaikan hembusan angin sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di bawah ini:
- 'Anibni' abbâsin Qola: kanan-nabiyyu (shollollohu 'alayhi wa sallam) ajudan-nasi tagihan-khoyri wa kana Ajuda ma yakûnu fi Romadhôna hina yalqôhu jibrîlu wa kana jibrîlu 'alayhis-Salamu yalqôhu kulla laylatin fî romadhôna hatta yansalikho ya'ridhu' alayhin-nabiyyu (shollollohu 'alayhi wa sallam) alqur-ana fa-Idza laqiyahu jibrîlu' alayhis-Salamu kana Ajuda bil- khyri minar-riyhil-mursalati -
1818. Artinya: Dari Ibnu Abbas ra. Ia berkata Nabi saw.Adalah manusia yangn paling dermawan, dan sedermawan-dermawan beliau adalah pada bulan Ramadhan saat Jibril menemui Belaiu. Jibril menemui beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan sampai habisnya bulan Ramadhan itu. Kepentingannya menemui nabi saw. Adalah untuk menyampaikan al-Quran.apabila Jibril bertemu dengan beliau maka Kondisinya melewati bermurah dengan kebaikan dari angin yang diutus. [3]
Adab puasa lainnya yang digambarkan di dalam hadis yaitu, orang yang sedang berpuasa hendaknya memperlihatkan akhlak yang mulia sebagaimana yang dicontohkan di bawah ini:
- 'An abi Huroyrota yaqûlu: Qola Rosûlullohi (shollollohu' alayhi wa sallam): qôlaLlohu: kullu ' amalib-ni Adama lahu, illa-shiyâma, fa-innahu Lî wa ana ajza bihi wash-shiyâmu junnatun, wa Idza kana yawmu showmin ahadakum Fala yarfutsu wa lâ yashkhob, fa-inna sa-bbahu ahadun aw qôtalahu fal-yaqul "innimroun sho -imun "-
1820. Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw bersabda: "Allah yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman:" Setiap amal anak Adam itu baginya selain puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Ku dan Aku membalasnya. Puasa itu perisai. Bila salah seorang diantaramu berpuasa pada suatu hari maka janganlah berkata keji dan jangan berteriak-teriak.Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau melawannya maka hendaklah ia mengatakan "sesungguhnya saya sedang puasa"

Minggu, 08 Juli 2012

Sudah saatnya Mahasiswa menjadi kaum yang religius ..


Gerakan mahasiswa kini sudah saatnya kembali kepada tradisi-tradisi yang berwawasan ideologi dan religi. Mereka harus memulai berperan nyata di masyarakat, tidak hanya menonjolkan sisi intelektualitas, tetapi juga religiusitas.

“Mahasiswa dan kaum muda nahdliyin harus berperan nyata dimasyarakat. Gemasaba terutama, harus menghidupkan kembali tradisi-tradisi kaum nahdliyin seperti mengajari baca Alquran, bahasa arab, fikih, tauhid dan lain-lain, sehingga ruang itu tidak diambil kelompok-kelompok Islam yang terlalu kanan seperti wahabi, sehingga perkembangan wahabisme di indonesia bisa ditahan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imdadun Rahmat dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Minggu(8/7/2012) malam.

Hal serupa juga dilontarkan Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) yang merasa miris melihat semakin lunturnya nilai-nilai ideologi mahasiswa Indonesia.

Ketua Umum DPN Gemasaba, Ghozali Munir menjelaskan, mahasiswa saat ini harus memiliki tanggung jawab untuk memberikan dakwah.
"Gemasaba sebagai kader muda NU dan PKB merasa miris melihat gerakan mahasiswa mulai kehilangan idelogi, apalagi kita sebagai kader muda NU, kita merasa bertanggungjawab dan perlu menyebarkan tradisi gerakan mahasiswa yang berwawasan dakwah," kata Gozali.

Ghozali menambahkan sebagai kader muda NU dan PKB, Gemasaba tidak boleh kalah dengan ideologi gerakan mahasiswa islam yang lainnya. Menurutnya, Gemasaba sudah memiliki ideologi gerakan yang jelas yaitu Aswaja, untuk itu Gemasaba siap mengawal tradisi gerakan mahasiswa yang berbasis dakwah.

"Kita tidak boleh kalah dengan yang lainnya, ideologi kita sudah jelas dan kita akan membumikan ideologi ini keseluruh mahasiswa," lanjutnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar menegaskan bahwa gerakan mahasiswa saat ini mengalami degradasi, fragmentasi dan mengalami perpecahan dimana-mana, sisi militansi, gerakan intelektualitas dan sisi kepedulian terhadap masyarakat mulai meluntur sehingga jargon agen of change tidak selaras dengan gerakan mahasiswa sekarang.

"Gerakan mahasiswa sekarang sudah mengalami fragmentasi dan pecah dimana-mana. Militansi, intelektualitas dan kepedulian terhadap masyarakat juga sudah mulai pudar," kata Marwan.